Cara Memilih Mesin Poles

Cara Memilih Mesin Poles

Tanpa mesin ini pekerjaan untuk pembersihan akan menjadi sangat lambat karena 70% objek yang dibersihkan adalah lantai. Mengapa?
karena lantai yang paling jelas terlihat tingkat keko-torannya.
Lantai pun terbagi menjadi 4 kategori yaitu lantai keras, lunak, kayu dan karpet. Pada umumnya, lantai yang digunakan pada bangunan adalah lantai keras seperti keramik, marmer, granit serta terasso.
Mesin Poles yang digunakan juga harus tepat agar lantai terlihat selalu bersih dan mengkilap.”
Sebenarnya, banyak cara untuk memilih me-sin poles yang benar. Pada bagian ini, kami hanya mengulas dari segi kecepatan (speed) saja. Ukuran kecepatan yang dipakai adalah RPM (rotate per minute). Artinya, berapa kali Mesin Poles berputar dalam waktu 1 menit.
Mesin Poles dapat dibagi menjadi 4 bagian, menurut ukuran kecepatannya:
A. Low Speed (Kecepatan Rendah).Mesin berpurar antara 120-250 RPM.
B. Medium Speed (Kecepatan Sedlang) Mesin ber. putar antara 250 – 500 RPM.
C. High Speed (KecepatanTinggi).Mesin berputar antara 500-1.000 RPM.
D. Burnisher (Kecepatan sangat tinggi).Mesin dapat berputar di atas 1.000 RPM, atau umumnya 1.50 RPM.

Selanjutnya,muncul pertanyaan.Bagaimana cara memilih Mesin Poles yang tepat? Apakah kita harus menggunakan semua jenis mesin?
Seperti diketahui, untuk kondisi saat ini di lndo-nesia, tentu kita harus memilih Mesin Poles yang sesuai dengan kebutuhan kita, karena harga Mesin Poles relatif tinggi bila dibandingkan dengan upah tenaga kerja (man power).
Sebagai gambaran saja. Kalau harga Mesin Poles yang baik dan memenuhi standard, sekitar Rp10 juta per unit. Sedangkan upah tenaga kerja sekitar Rp2,7 juta per bulan (sesuai standard upah minimum regional/UMP).
Artinya, harga 1 mesin poles hampir setara den-gan 4 x upah tenaga kerja dalam satu bulan!
Bandingkan dengan negara tetangga, Singapura, di mana harga per unit Mesin Poles “hanya”SG$900.
Sementara upah tenaga kerja mereka sekitar SG$1.200 per bulan.

Harga mesin lebih murah dari tenaga kerja

Tak heran,mayoritas pelaku industri kebersihan di Singapura lebih memilih menggunakan Mesin Poles dalam proses pembersihan agar biaya opera-sional menjadi lebih murah, effisien dan cepat.
Sedangkan di lndonesia, Mesin Poles yang digunakan adalah Mesin Poles dengan kecepatan rendah (low speed) dan kecepatan sangat tinggi (burnisher).
Perhatikan tabel berikut ini :

Dari hasil penjelasan tabel di atas menunjukkan bahwa Mesin Poles berkecepatan rendah (low speed) paling banyak digunakan karena dapat berfungsi sebagai scrubbing, stripping dan spray cleaning. Dapat dikatakan, Mesin Poles ini berperan sebagai multipurpose machine.

Mesin Poles berkecepatan rendah yang banyak beredar adalah dengan kecepatan 154 RPM
dan 175RPM. Lalu,mana yang lebih baik?

Sebetulnya,dengan selisih kecepatan sekitar 20 RPM,hal itu tidakmempengaruhi kinerja mesin. Mesin Poles dengan kecepatan 154 RPM umumnya buatan Eropa,sedangkan yang kecepatan 175 RPM buatan Amerika Serikat.

Namun,yang harus diperhitungkan adalah kekuatan motornya. Umumnya, mo-tor yang digunakan adalah 1 hp (horse power =745 watt).Harganya memang ekonomis, tetapi untuk Mesin Poles kekuatan motor yang dipakai 1 hp sekitar 1.000 watt(karena ada komponen lainnya).
Mesin Poles 1 hp jika digunakan untuk pekerjaan berat (heavy duty) akan mudah rusak, terutama untuk proses kristalisasi (oxidizing). Untuk proses kristalisasi sendiri dianjurkan memakai mesin dengan kekua-tan 1,5 hp dan 2 hp.

Sementara untuk pengguna mesin dengan kekuatan 2 hp mohon untuk berkoordinasi dengan pengelola gedung karena banyak tempat daya listrik yang terpasang dan maksimum 10 Amp(amphere) saja.
Sedangkan minimal daya listrik yang dibutuhkan sebesar 16 Amp.
Yang tidak kalah pentingnya lagi, ukuran dari cakupan diameter pembersihannya.

Di mana ada yang berdiameter 13“, 17“ dan 20“ (“ artinya inch. 1 inch =2,5 cm).
Semakin besar diameternya, semakin luas dan cepat cara kerjanya. Tetapi harus diperhatikan juga obyek area yang akan dibersihkan. Tidak selalu diameter yang besar dapat dipakai sehingga umumnya banyak dipakai Mesin Poles berdiameter 17″, karena dapat digunakan hampir di setiap lantai yang akan dibersihkan.
Untuk edisi selanjutnya, kami akan membahas dari segi motor/sistem dan keamanan/safety.

Post A Comment

2 thoughts on “Cara Memilih Mesin Poles”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Recent News

Gallery

Tag

Subscribe